Jenis Penyakit Jamuran Pada Ayam Bangkok

Jenis Penyakit Jamuran Pada Ayam Bangkok

Adu Ayam Online, Live Adu Ayam, Live Streaming Adu Ayam, Judi Laga Ayam Jago, Judi Adu Ayam Jago, Judi Tarung Ayam Jago, Roaster Battle, Cock Fighting, Agen Judi Adu Ayam, Bandar Judi Adu Ayam , Judi Adu Ayam Jago online Indonesia

S128 Sabung Ayam, S128 Adu Ayam, Salah satu penyakit yang diderita oleh ayam, baik itu ayam bibit, pedaging (Broiler) maupun petelur (layer) disebabkan oleh jamur atau kapang. Penyakit tersebut diantaranya adalah :

  1. THRUSH (Candidiasis, Moniliasis, Sour Crop)

Penyakit ini menyerang pada saluran pencernaan unggas dengan karakteristik penebalan dan plak putih pada mukosa khususnya pada tembolok, bisa juga pada proventrikulus, usus, dan kloaka yang berhubungan dengan keropeng ampela/gizzard erotion. Penyebabnya adalah jamur Candida Albicans, S128 Laga Ayam, S128 Adu Jago, S128 Sabung Ayam Online dengan angka kematian dan kesakitan yang diderita rendah.

  1. Aspergillosis (Brooder Pneumonia)

Penyakit ini menyerang pada ayam muda dengan memiliki kasus kematian yang tinggi, sedangkan ayam dewasa dalam bentuk yang kronis, penyebabnya adalah jamur yang bernama Aspergillosis Fumigatus berbentuk organisme yang hidup dilingkungan peternakan, terutama pada litter dan pakan ternak yang lembab atau bahkan pada kayu atau material yang lembab.

  1. Mycotoxicosis

Jamur ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh jamur (mycotoxin) dapat tumbuh pada litter dan pakan, organic yang membusuk, biji-bijian, kacang-kacangan. Kontaminasi jamur dapat terjadi saat panen, selama transportasi, dan penyimpan pakan dan jika jamur terdapat toxin/racun termakan oleh unggas dapat menyebabkan kematian. Toxin yang dikeluarkan berasal dari metabolit. Metabolit jamur itu merupakan toxin yang sangat kuat bahkan ada yang menyejajarkannya dengan racun botulinum.

  1. Aflatoxicosis

Aspergillus flavus yang menghasilkan toxin bernama aflatoxin. Aspergillus flavus adalah jamur yang biasanya tumbuh pada beberapa media diantaranya biji-bijian dan kacang-kacangan. Saat ini diketahui ada 4 jenis aflatoxin yang sangat berpengaruh pada peternakan yaitu aflatoxin B1 (toxin yang paling kuat), B2, G1 dan G2.

  1. Ochratoxin

Ochratoxin dihasilkan oleh jamur Aspergillus ocharceceous dan jamur Penicillium viridicatum. Jamur ini menghasilkan racun pada kadar kelembaban relatif dan suhu yang cukup tinggi sedangkan Penicillium menghasilkan ochratoxin pada suhu yang lebih rendah bahkan suhu 5 0C

 

  1. Trichothecen

Kelompok mycotoxin ini dihasilkan oleh Fusarium gramimenearum. Gejala yang terjadi adalah pertumbuhan terhambat, depresi dan diare berdarah. Necrosa mukosa mulut merupakan gejala yang paling sering terjadi. Luka pada mulut berwarna putih sampai krem, borok biasanya terlihat pada tepi lidah dan sepanjang sisi dalam bagian atas dan bawah paruh.

  1. Zearalenone

Dihasilkan oleh Fusarium graminearum dan F. roseum yang dapat mempengaruhi aktifitas hormon estrogen. Dampak yang terjadi adalah penurunan puncak produksi, namun tidak berpengaruh terhadap kesuburan dan daya tetas telur. Gejala umum yang terjadi adalah ascites, kista oviduk, dan penggelembungan oviduk dengan material fibrinous.

  1. Citrinin

Dihasilkan oleh Penicillium Citrinum dan bersifat nephrotoksik. Unggas yang terserang akan minum secara berlebihan sehingga diare. Gejala tersebut akan hilang apabila ransum diganti dengan waktu penyembuhan 8-10 jam. Citrinin tidak mempengaruhi kekebalan seluler dan humoral.